Gretchen Rubin had an epiphany one rainy afternoon in the unlikeliest of places: a city bus. "The days are long, but the years are short," she realized. "Time is passing, and I'm not focusing enough on the things that really matter." In that moment, she decided to dedicate a year to her happiness project.
The objects that fill our everyday lives are our constant companions. As such, writes philosopher and Japanese folk-craft pioneer Soetsu Yanagi, they should be made with care and built to last, treated with respect and even affection.
Buku ini bukan hanya dimaksudkan untuk menghibur, tetapi juga untuk menginspirasi, mengajar, dan memancing dialog yang lebih berarti. Anak indigo adalah bagian yang tak terpisahkan dalam pergeseran transformasional di milenium baru ini.
Gagasan itu penting. Gagasan membentuk pengalaman kita tentang dunia, memberikan pilihan agar kehidupan bisa menjadi lebih baik atau lebih buruk.
Fase perpindahan diri dari masa remaja menuju pendewasaan menyuguhkan ribuan pertanyaan tentang hidup. Layaknya anak panah, pertanyaan - pertanyaan itu tak jarang membuat hidup terasa tidak benar - benar hidup. Hidup yang terasa mati karena terlalu sibuk memikirkan "bagaimana caranya aku bisa hidup?"
Buku ini mengingatkan kita bahwa gagal dan berbuat salah bukanlah suatu perkara besar, karena pada dasarnya manusia itu hidup. Daripada menghukum diri sendiri, sebaiknya kita justru merangkul diri sendiri. Kita didorong menjadi baik terhadap diri sendiri dan merefleksikan bagaimana sebaiknya kita memperlakukan kehidupan.
Dalam buku ini, Dr. Willard menuliskan lengkap panduan praktisnya. Semua bentuk latihan mindfulness bisa anda lakukan bersama anak-anak baik di rumah, lingkungan bermain, maupun sekolah. Yuk, kita bantu anak-anak meningkatkan fokus dan kebahagiaan, serta mengurangi kecemasannya dengan mindfulness.
Gagal membuat kita berpikir lebih ekstra, berusaha lebih banyak, dan melangkah lebih cerdas dari sebelumnya.