Penjelajah Hidup adalah antologi cerita fiksi hasil karya siswa/i kelas VII SMP Dharma Budhi Bhakti Jakarta. Buku ini menyajikan kumpulan cerita fantasi yang segar, dengan alur beragam dan konflik imajinatif. Setiap cerita mengajak pembaca untuk merenung tenang makna kehidupan, hubungan antar manusia, dan cara menyikapi lingkungan sekitar.
Dalam hidup yang tidak pernah berhenti menyimpan misteri dan menyembunyikan arti, tidak selalu memberikan jawaban atas setiap pertanyaan, dan waktu bergulir----satu jam, satu momen, satu hari, satu minggu, satu bulan---- pertanyaan dan permasalahan baru terus lahir sebelum yang lama sempat terurai, Ava menemukan panggilan hati sebagai aktris sejak usianya enam belas tahun.
Buku ini wajib dibaca oleh pelejar SMA, mahasiswa, orangtua, karyawan, petinggi perusahaan, para pengambil kebijakan di berbagai institusi, hingga Presiden Amerika Serikat karena dua novel sebelumnya sudah dibaca Presiden Korea Utara.
Buku ini, entah bagaimana, membuat saya memandang dunia, hidup, dan segala sesuatu di sekitar saya, dengan cara yang berbeda. Cerita tentang persahabatan lima anak muda ini yang menjadi tokoh sentral dalam buku ini seakan membuka mata saya, membangunkan "saya" yang lain, yang bukan saya.
Tidak ada yang abadi di dunia ini. Lautan bisa mengering. Gunung bisa rata. Benua terpisah, bersatu, dan terpisah lagi. Apalagi cinta pasangan manusia. Sehebat apapun cinta tersebut, pasti akan berakhir. Waktu akan menelannya.
Bandung, romansa, dan Ra. Hampir di setiap sudut di Kota Bandung menggambarkan kenangan manis yang Hema lakukan bersama Ra, mantan kekasihnya. 6 tahun lebih memadu kasih, tidak lantas membuat hubungan Hema dan Ra berakhir indah.