Buku ini sangat praktis dan bermanfaat sebagai pedoman kehidupan sehari-hari bagi umat agama Buddha.
Hati putih adalah perangkat untuk menyirami benih bermanfaat yang bersembunyi di dalam hati setiap orang sehingga benih itu bisa tumbuh.
Akar pohon kedamaian adalah pikiran yang bebas dari penghakiman. Sebagaimana ditulis Ajahn Munindo dalam The Gift of Well-Being: "Until we enter this dimension, all our wise words will be more imitation",
Melalui buku ini, kita akan mempelajari hal - hal yang dibutuhkan untuk mengembangkan kesediaan tersebut. Saat kita terbuka untuk bersedia menjadi apa adanya, perasaan lapang berkembang di sekitar penderitaan kita.
Sebagai bahan inspirasi dan motvasi diri.
Kebahagiaan ada tiga macam yaitu kebahagiaan duniawai, kebahagiaan surgawi, kebahagiaan Nibbana. Tathagata sudah menemukan dan mengajak para siswa untuk terus berada di jalan kebahagiaan itu agar tiga kebahagiaan itu dapat dicapai. Buku ini akan menjawab pertanyaan - pertanyaan bagaimana mendapatkan kebahagiaan menurut Dhamma.
Membawa energi kehadiran sejati ke dalam kehidupan kita sesungguhnya memberikan perubahan yang lebih baik dan semua ini hanya membutuhkan latihan sederhana saja.
Buku ini mengajak kita untuk saling mengingatkan satu sama lain agar tetap awas dan waspada - bahwa hari ini kita bisa saja menemui ajal. Untuk itu, apa saja yang berdampak baik bagi kita harus segera dilaksanakan, secepat mungkin.
Salah satu Guru yang sangat bercahaya di abad ini adalah Nelson Mandela. Dan pesan terpenting yang mengalir melalui beliau adalah memaafkan. Untuk itu, tidak berlebihan kalau disimpulkan, bibit kesembuhan terpenting yang tersedia di dalam adalah memaafkan. Lebih - lebih bila memaafkan dipadukan dengan penerimaan, keduanya menjadi bibit kesembuhan yang sangat kuat.
Bukan kebahagiaan yang datang serta berlalu tergantung pada kondisi seperti yang kita semua telah alami, namun kebahagiaan yang selalu hadir dalam perubahan apa pun. Kebahagiaan yang kita rasakan jauh di dalam hati.