Jataka adalah kumpulan kisah yang diceritakan oleh seorang pangeran dari Nepal yang menjadi petapa dan dikenal dengan nama Buddha. Di dalam Jataka ada banyak cerita fabel yang selama lebih dari 2.500 tahun telah memberikan pelajaran bagi orang - orang dari segala usia tentang sifat - sifat mulia yang membuat kita menjadi murah hati, disiplin, tidak egois, bijaksana, gigih, sabar, jujur, teguh-…
Di bawah asuhan penuh welas asih dari Master, selama puluhan tahun ini, Dunia Tzu Chi terbangun dengan kokoh selangkah demi selangkah, berkembang dalam 4 misi utama-misi amal, kesehatan, pendidikan, budaya humanis, serta 8 jejak Dharma, bantuan international, donor sumsum tulang, relawan komunitas, pelestarian lingkungan
Ia berperilaku bersih, bersikap mulia, piawai dalam kekuatan adiduniawi. Samnera itu, telah sampai ke kediaman tertinggi, menyadari keadaan tak tergoyahkan, tak ingin siapa pun tahu tentang dirinya
Ini dan itu telah kucoba tuk menjaga ember tua ini. Karena tali bambu ini telah retas dan nyaris putus, hingga ahirnya dasar ember pun terlepas. Tiada lagi air di ember. Tiada lagi bulan di air.
Sila adalah kelangsungan hidup bagi Buddha Dharma. Buddha membuat sila sebagai dasar untuk berlatih kebajikan.
Anjing Sangsara telah menjalani banyak kehidupan. Beberapa kehidupannya berlangsung lama. Anjing Sangsara tak pernah ingat kehidupannya. Namun kadangkala suara lirih doa mengalun pelan dalam ingatannya dan membuatnya tertegun sesaat.
Bergegaslah dalam kebajikan, halangi batin dari kejahatan. Pikiran yang lamban melakukan kebajikan.
Kereta raja yang indah pun menjadi lapuk. Begitu pula tubuh ini mengalami penuaan. Namun Dhamma orang bajik tak mengalami penuaan
Segala yang dialami didahului pikiran, dipelopori pikiran, diciptakan pikiran. Jika orang berbicara atau berbuat dengan pikiran yang buruk, maka penderitaan akan mengikutinya